Baru 987 Siswi Kelas 9 yang Ikut Vaksin HPV Batam

Data Dinkes Batam per 13 Agustus menunjukkan capaian imunisasi sekolah anjlok drastis begitu masuk jenjang SMP, dengan sisa waktu tinggal dua pekan.

Baru 987 Siswi Kelas 9 yang Ikut Vaksin HPV Batam

Sampai 13 Agustus 2026, program vaksin HPV Batam untuk siswi kelas 9 baru menjangkau 987 anak dari target 10.629 — sekitar 9,3 persen. Artinya masih ada lebih dari 9.600 siswi SMP yang belum disuntik, dan waktunya tinggal dua pekan terakhir Agustus sebelum bulan imunisasi sekolah ditutup.

Angka itu bagian dari data Dinas Kesehatan Kota Batam yang dirilis pertengahan bulan ini. Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Agustus 2026 di Batam menyasar 45.654 anak: 22.386 anak untuk vaksin campak-rubela (MR) dan 23.268 siswi untuk HPV. Petugas puskesmas berkeliling ke 444 sekolah dasar dan 239 sekolah menengah pertama. Rincian sasaran itu dipaparkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Batam, Meldasari, seperti dikutip ANTARA Kepri.

Yang menarik justru sebarannya. Vaksin MR sudah masuk ke 7.155 anak atau 32 persen dari target. Dosis pertama HPV untuk siswi kelas 5 mencapai 3.932 anak alias 36,6 persen. Tapi begitu naik jenjang, grafiknya jatuh: siswi kelas 6 yang belum pernah divaksin baru 124 anak (6,5 persen dari 1.907), dan kelas 9 hanya 9,3 persen. Makin besar anaknya, makin sedikit yang tercatat.

Anak Kelas Berapa yang Didatangi Petugas?

BIAS bukan satu suntikan untuk semua. Jadwalnya dibagi per jenjang, dan bulan Agustus hanya memuat separuhnya. Pemerintah Kota Batam sudah menerbitkan pengingat jadwal ini sejak akhir Juli lewat Puskesmas Sekupang. Berikut pembagiannya di putaran Agustus:

  • Kelas 1 SD/MI: vaksin campak-rubela (MR)
  • Kelas 5 SD/MI: vaksin HPV dosis pertama untuk siswi
  • Kelas 6 SD/MI: susulan HPV bagi yang terlewat tahun lalu
  • Kelas 9 SMP/MTs: HPV untuk siswi

Putaran kedua jatuh pada November. Saat itu giliran vaksin DT untuk kelas 1 serta Td untuk kelas 2 dan kelas 5. Jadi orang tua yang anaknya duduk di kelas 5 sebaiknya menandai dua tanggal, bukan satu.

Kenapa Vaksin HPV Batam Tertahan di Kelas 9?

Dinkes tidak merinci penyebabnya, jadi tak ada gunanya menebak-nebak. Yang jelas dari angkanya: sasaran kelas 5 dan kelas 9 hampir sama besar — 10.732 berbanding 10.629 — tapi capaiannya berbeda hampir empat kali lipat. Sekolah dasar sudah puluhan tahun jadi lokasi rutin BIAS; SMP baru belakangan masuk daftar sejak HPV ditambahkan ke program nasional.

Konsekuensinya nyata. Kementerian Kesehatan mensyaratkan cakupan HPV pada anak perempuan menembus 90 persen di suatu wilayah sebelum vaksin yang sama diberikan ke anak laki-laki. Selama kelas 9 tertinggal di kisaran satu digit, Batam tidak akan masuk antrean perluasan itu.

Baru 987 Siswi Kelas 9 yang Ikut Vaksin HPV Batam

Kasus Campak Bikin Suntikan MR Ikut Mendesak

Sisi MR punya urgensi berbeda. Menurut Media Indonesia, cakupan imunisasi campak-rubela dosis pertama secara nasional turun dari 92 persen pada 2024 menjadi 82 persen pada 2025, sementara dosis kedua melorot dari 82,3 persen ke 77,6 persen. Ambang kekebalan kelompok ada di 95 persen. Selisih belasan poin itulah yang membuat Indonesia sempat tercatat sebagai negara dengan kejadian luar biasa campak terbanyak kedua di dunia.

Perbandingannya gampang diingat: kasus campak terkonfirmasi nasional melonjak dari sekitar 4.800 pada 2022 ke lebih dari 10.600 pada 2023, lalu turun ke kisaran 3.500 pada 2024 saat cakupan membaik. Angkanya naik-turun mengikuti jarum suntik, bukan mengikuti musim.

Yang Bisa Dilakukan Orang Tua Minggu Ini

Kalau anak Anda masuk salah satu jenjang di atas, ada tiga hal praktis yang bisa dibereskan sebelum akhir bulan. Semuanya gratis lewat sekolah — tidak ada biaya yang perlu dibayar ke petugas.

Cek buku imunisasi dan surat persetujuan dari sekolah

Formulir persetujuan biasanya dititipkan lewat wali kelas atau grup kelas. Kalau lembarnya terselip dan tidak kembali, anak bisa dilewati tanpa ada yang menyadari. Cocokkan juga dengan catatan imunisasi sebelumnya, terutama untuk siswi kelas 6 yang masuk kategori susulan.

Kalau anak absen saat petugas datang

Jadwal kunjungan puskesmas ke satu sekolah umumnya sekali. Anak yang sakit atau izin pada hari itu tidak otomatis dijadwalkan ulang. Hubungi puskesmas wilayah untuk menanyakan sesi susulan, sebab pintu Agustus akan tertutup dan putaran berikutnya baru November dengan jenis vaksin yang berbeda.

Siapkan pertanyaan soal efek samping

Demam ringan, pegal, atau bengkak di bekas suntikan adalah reaksi lazim dan hilang dalam beberapa hari. Tanyakan langsung ke petugas soal riwayat alergi atau kondisi khusus anak, bukan ke grup pesan singkat yang isinya kabar simpang siur.

Anak Laki-laki Batam Belum Kebagian

Tahun ini Kemenkes mulai memberikan vaksin HPV kepada siswa laki-laki kelas 5, tapi baru di tiga provinsi: Daerah Istimewa Yogyakarta, DKI Jakarta, dan Bali. Direktur Imunisasi Kemenkes dr. Indri Yogyaswari menyebut perluasan bertahap ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten pada 2027, lalu Jawa Timur pada 2028, sebelum akhirnya nasional. Kepulauan Riau belum masuk daftar, dan pemberian ke anak laki-laki memang menunggu cakupan pada anak perempuan menembus 90 persen lebih dulu.

Dua pekan ini yang menentukan. Cek grup kelas anak Anda, pastikan formulir persetujuan sudah kembali ke wali kelas, dan simpan catatan tanggal suntikannya. Lalu tandai November di kalender untuk putaran DT dan Td — karena tidak ada pemberitahuan kedua kalau jadwalnya terlewat.