€14 Juta Tanpa Syarat buat Milan dari Reijnders ke Al Qadsiah

Manchester City melepas Tijjani Reijnders ke Arab Saudi setelah satu musim, dan sebuah klausul yang diteken setahun lalu memaksa mereka membayar AC Milan €14 juta penuh tanpa satu pun target tercapai.

€14 Juta Tanpa Syarat buat Milan dari Reijnders ke Al Qadsiah

Kepindahan Reijnders ke Al Qadsiah akhirnya menemukan kepastian: gelandang Belanda itu sudah mengatakan iya, dan Manchester City bakal menerima sekitar €61 juta dari klub Arab Saudi tersebut. Dengan kurs sekitar Rp18.500 per euro, angkanya menyentuh Rp1,1 triliun untuk seorang pemain yang baru satu musim mengenakan seragam biru langit. Fabrizio Romano dan Yagiz Sabuncuoglu melaporkan kesepakatan antarklub sudah beres sejak 13 Agustus 2026.

Yang membuat cerita ini beda dari transfer Liga Arab Saudi lainnya: ada pihak ketiga yang ikut menghitung uang. AC Milan, klub yang menjual Reijnders ke Inggris musim panas lalu, kebagian €14 juta tambahan — sekitar Rp260 miliar — bukan karena mereka masih punya saham atas pemainnya, melainkan karena satu paragraf kecil yang mereka selipkan di kontrak setahun sebelumnya.

Bonus-bonus itu aslinya harus "diperjuangkan" City di lapangan: lolos Liga Champions, juara Premier League, sampai pemainnya memenangkan Ballon d'Or. Tak satu pun rampung. Tapi karena City menjualnya lebih cepat dari yang diizinkan klausul, seluruh nominal berubah menjadi utang yang wajib dibayar penuh. Buat Milan, ini pelajaran mahal yang berbalik jadi keuntungan.

Isi Kesepakatan Reijnders ke Al Qadsiah

Nilai transfer Reijnders ke Al Qadsiah dilaporkan berbeda tipis antar-sumber: Goal menyebut €61 juta, sementara Football Italia dan laporan Romano berada di kisaran €60 juta. Selisih itu biasanya soal bonus dan biaya agen yang dihitung atau tidak. Sebelum Al Qadsiah masuk, Nottingham Forest, Galatasaray, dan Juventus sempat disebut memantau situasinya. Al Qadsiah sendiri bukan klub kacangan — mereka mendatangkan Mateo Retegui, top skor Serie A, dari Atalanta dengan kontrak empat tahun dan lolos ke AFC Champions League Elite.

Klausul Milan yang Bikin City Tetap Membayar

Menurut laporan La Gazzetta dello Sport yang dikutip Football Italia, Milan tidak menerima begitu saja struktur bonus yang ditawarkan City. Mereka menambahkan pengaman: kalau pemainnya dijual lagi sebelum 2030, seluruh add-on otomatis jatuh tempo, target tercapai atau tidak. Setahun kemudian, pengaman itu benar-benar terpakai.

Enam bonus yang seharusnya harus diraih dulu

Rincian yang beredar menunjukkan uang itu dipecah ke enam skenario, dan sebagian besar sebenarnya sulit dicapai:

  • €5 juta bila City lolos Liga Champions 2026/27
  • €2 juta bila City juara Liga Champions 2025/26
  • €1 juta bila City juara Premier League
  • €1 juta bila Reijnders jadi Pemain Terbaik Premier League
  • €2 juta bila Reijnders memenangkan Ballon d'Or
  • €3 juta bertahap, €1 juta per tahun, bila ia bertahan sampai lewat 2030

Kenapa dijual cepat mengubah semuanya

Bonus terakhir itu kuncinya. Karena tiga juta euro terakhir terikat pada pemain yang bertahan hingga 2030, menjualnya lebih awal secara logika menghapus peluang Milan mendapat uang tersebut. Klausul pengaman menutup celah itu dengan cara paling sederhana: kalau kamu jual duluan, kamu bayar semuanya sekarang. City praktis membayar denda atas keputusan mereka sendiri.

€14 Juta Tanpa Syarat buat Milan dari Reijnders ke Al Qadsiah

Kenapa City Rela Melepas Setelah Satu Musim

Musim pertamanya dimulai manis — gol dan assist pada debut Premier League melawan Wolves. Setelah itu grafiknya turun. Reijnders hanya dua kali masuk starting XI di 15 laga liga terakhir. Dengan gaji yang di Inggris ditaksir sekitar £230 ribu per pekan, memangkas beban itu sambil mengantongi €61 juta jelas bukan keputusan yang sulit bagi manajemen City.

Berapa Total yang Masuk ke Kas Milan

Milan menjual Reijnders seharga €55 juta tetap tahun lalu. Ditambah €14 juta yang kini wajib dibayar, totalnya menjadi €69 juta atau sekitar Rp1,28 triliun untuk pemain yang mereka rekrut dari AZ Alkmaar dengan biaya jauh lebih murah pada 2023. Pola ini bukan hal baru di Milanello: mereka melakukan hal serupa saat melepas Sandro Tonali ke Newcastle United pada 2023 dengan nilai lebih dari €60 juta. Bedanya, kali ini uang ekstra datang tanpa Milan perlu melakukan apa-apa.

Yang Perlu Diikuti Penggemar di Indonesia

Buat penonton di sini, dampaknya paling terasa di jadwal nonton. Liga Arab Saudi tayang di jam yang ramah bagi zona waktu Indonesia — kickoff sore hingga malam WIB — dan Al Qadsiah kini punya kombinasi Retegui plus gelandang timnas Belanda. Klub Indonesia yang berlaga di kompetisi AFC juga makin sering bersinggungan dengan level belanja seperti ini.

Tiga hal yang layak dipantau dalam sepekan ke depan: pengumuman resmi dan hasil tes medis Reijnders di Arab Saudi, angka final yang tercatat di laporan keuangan City (€60 juta atau €61 juta), serta apakah klub-klub Eropa lain ikut menyalin trik klausul Milan pada bursa transfer berikutnya. Kalau kamu mengikuti Milan, cek laporan keuangan kuartalan mereka — €14 juta ini akan muncul di sana sebagai pemasukan yang tidak pernah dianggarkan.