Kenapa Harga Emas Antam Turun Saat Emas Dunia Naik?

Antam melemah 0,55 persen sepekan sementara emas spot dunia mencetak kenaikan mingguan kedua beruntun — dan selisih jual-buyback ikut menyempit.

Kenapa Harga Emas Antam Turun Saat Emas Dunia Naik?

Harga emas Antam melemah 0,55 persen dalam sepekan terakhir, dari Rp 2.690.000 per gram pada Senin (10/8) menjadi Rp 2.675.000 per gram saat perdagangan tutup Sabtu (15/8). Selisihnya cuma Rp 15.000. Tapi di baris sebelahnya terjadi sesuatu yang jarang dibahas: harga buyback, yaitu harga saat Antam membeli kembali emas Anda, justru naik Rp 14.000 pada periode yang sama.

Yang bikin makin janggal, pasar global bergerak ke arah berlawanan. Emas spot dunia ditutup menguat 0,7 persen ke 4.379,39 dollar AS per ounce pada Jumat (14/8), menurut laporan CNBC, dan membukukan kenaikan mingguan untuk kedua kalinya berturut-turut. Sepanjang pekan itu harga sempat menyentuh 4.450,23 dollar AS per ounce pada Kamis. Jadi emas dunia naik, emas lokal malah turun.

Buat pemilik emas di Indonesia, kombinasi itu sebenarnya kabar bagus — setidaknya untuk sementara. Jarak antara harga jual dan harga buyback menyempit dari Rp 179.000 menjadi Rp 150.000 per gram. Artinya kerugian otomatis yang Anda tanggung begitu emas dibeli hari ini lebih kecil dibanding sepekan lalu. Berikut rincian pergerakannya, dan apa yang sebaiknya dilakukan.

Naik Turun Tiap Hari, Rentangnya Rp 46.000

Pekan lalu bukan pelemahan yang mulus. Harga dibuka Rp 2.690.000 pada Senin, lalu naik ke Rp 2.710.000 pada Selasa — titik tertinggi sepekan. Rabu turun Rp 30.000 ke Rp 2.680.000, Kamis balik naik Rp 20.000 ke Rp 2.700.000, lalu Jumat jatuh Rp 36.000 ke Rp 2.664.000, level terendah pekan itu. Sabtu ditutup rebound tipis ke Rp 2.675.000.

Rentang antara puncak Selasa dan dasar Jumat mencapai Rp 46.000 per gram, sekitar 1,7 persen. Kelihatan kecil, sampai Anda kalikan. Untuk pembelian 50 gram, selisih tiga hari itu setara Rp 2,3 juta. Inilah alasan kenapa mencicil pembelian secara rutin tiap bulan biasanya lebih aman ketimbang menaruh dana besar sekaligus di satu tanggal.

Harga Emas Antam Bergerak Beda dari Pasar Dunia

Angka Antam tidak dihitung ulang detik per detik seperti pasar London. Harganya adalah harga dunia dikalikan kurs rupiah, ditambah margin dan biaya produksi, lalu diperbarui sekali sehari. Kalau rupiah menguat terhadap dollar AS, kenaikan harga global bisa terserap habis sebelum sampai ke etalase butik. Jadi arah harian keduanya memang kerap tidak sinkron, dan itu normal.

Di sisi global, pemicunya adalah data inflasi Amerika Serikat. Indeks harga konsumen AS naik 3,4 persen secara tahunan pada Juli 2026, melambat dari 3,5 persen pada Juni dan sesuai perkiraan ekonom — perlambatan dua bulan beruntun. Peluang The Fed menaikkan suku bunga di rapat September pun anjlok ke kisaran 31 persen, dari sekitar 55 persen sepekan sebelumnya, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Perhatikan kata "menaikkan". Yang sedang ditakar pasar bukan pemangkasan bunga, melainkan kemungkinan kenaikan. Selama peluang itu terus mengecil, emas cenderung dapat sokongan, sebab bunga tinggi membuat aset tanpa imbal hasil kalah menarik dibanding deposito dan obligasi. Kompas.com mencatat sebagian pelemahan Jumat juga datang dari aksi ambil untung setelah reli sebelumnya.

Kenapa Harga Emas Antam Turun Saat Emas Dunia Naik?

Selisih Jual dan Buyback Menyempit Rp 29.000

Ini bagian yang paling langsung menyentuh dompet. Senin, jarak jual-buyback masih Rp 179.000 atau 6,7 persen dari harga jual. Sabtu, jaraknya tinggal Rp 150.000 atau 5,6 persen. Penyempitan Rp 29.000 per gram itu terjadi karena harga jual turun sementara buyback naik — dua garis yang saling mendekat.

Ongkos yang Langsung Hilang Begitu Anda Beli

Beli satu gram hari ini di Rp 2.675.000, lalu jual balik detik itu juga, Anda hanya menerima Rp 2.525.000. Rp 150.000 menguap seketika. Supaya balik modal, harga buyback harus naik sekitar 5,9 persen dulu. Karena itu emas batangan bukan instrumen jangka pendek; horizon di bawah satu tahun hampir selalu merugi.

Potongan Pajak Kalau Menjual di Atas Rp 10 Juta

Transaksi buyback di atas Rp 10 juta dipotong PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen langsung saat transaksi, mengacu Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024. Dengan harga buyback sekarang, ambang itu tersentuh mulai sekitar empat gram. Menjual empat gram senilai Rp 10,1 juta berarti terpotong sekitar Rp 151.500. Simpan bukti potongnya untuk dikreditkan di SPT tahunan Anda.

Yang Perlu Dipantau Pekan Ini

Tiga hal. Pertama, risalah rapat The Fed yang menurut Kitco News jadi agenda utama pasar pekan ini — nadanya akan menggeser lagi taruhan suku bunga September. Kedua, kurs rupiah, karena inilah penerjemah harga dunia ke harga butik. Ketiga, harga buyback: kalau ia terus naik sementara harga jual stagnan, itu sinyal permintaan fisik lokal masih kuat.

Kalau Anda sedang mengumpulkan emas, abaikan naik-turun harian dan tetapkan tanggal beli rutin. Kalau berencana menjual, bandingkan dulu buyback Antam dengan Galeri 24 dan UBS pada hari yang sama, sebab selisihnya bisa puluhan ribu rupiah per gram. Dan sebelum ke butik, cek harga resmi pagi itu — angka yang beredar di media sosial sering tertinggal sehari.