Motor Listrik Nasional Ambisius, Pasarnya Justru Anjlok

Prabowo menantang produksi dua juta unit, padahal penjualan motor listrik di Indonesia sepanjang tahun lalu tak sampai 60 ribu unit.

Motor Listrik Nasional Ambisius, Pasarnya Justru Anjlok

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan motor listrik nasional di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026), lalu langsung memasang target yang jauh di atas kondisi pasar hari ini. Di depan manajemen kelompok Indika, yang lewat PT Ilectra Motor Group memproduksi 20.000 unit pertama, Prabowo menyebut angka dua juta unit — dan berjanji datang lagi kalau produksinya tembus 200.000, lalu datang lagi kalau menyentuh dua juta.

Angka itu terdengar lugas sampai Anda menaruhnya di sebelah data penjualan. Sepanjang 2025, seluruh motor listrik yang terjual di Indonesia hanya sekitar 55.000 unit, turun sekitar 70 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada semester I/2025 saja penjualannya cuma 11.000 unit, menurut laporan Kompas Otomotif. Artinya, target dua juta itu kira-kira 36 kali lipat penjualan satu tahun penuh pasar nasional saat ini.

Buat pembeli, yang lebih menarik justru bagian kedua pidato Prabowo: pemerintah akan menekan bunga cicilan, mengupayakan pembelian tanpa uang muka, dan menyiapkan skema tukar tambah motor bensin lama dengan motor listrik baru plus tambahan biaya. Tiga hal ini menyentuh dompet langsung, dan ketiganya belum punya aturan teknis.

Apa yang sebenarnya diluncurkan di Cikarang

Produk yang diperkenalkan bernama Cakra NX1, hasil pabrik ALVA di Cikarang. Bocoran spesifikasinya menyebut penggerak tipe hub drive dengan tenaga maksimal 4,5 kW, torsi puncak 125 Nm, dan kecepatan tertinggi 80 km per jam — bentuknya nyaris identik dengan ALVA N3 yang sudah beredar. Harga resmi belum diumumkan, dan justru harga inilah yang akan menentukan apakah program ini jalan atau berhenti di seremoni.

Prabowo juga mengklaim motor listrik memangkas biaya operasional harian minimal 50 persen, bahkan sampai 70 persen. Untuk ojek online yang menghabiskan Rp 40.000–Rp 50.000 sehari untuk bensin, penghematan sebesar itu setara Rp 600.000 sampai Rp 1 juta per bulan — angka yang bisa menutup cicilan, asal pengisian daya benar-benar tersedia di rute mereka.

"Kalau kalian mencapai 200.000 saya datang lagi, 2 juta saya datang lagi," kata Prabowo di hadapan manajemen Indika, seperti dikutip ANTARA.

Motor listrik nasional bertemu pasar yang sedang lesu

Ada alasan kenapa pasar 2025 rontok. Subsidi Rp 7 juta per unit yang berjalan sejak Maret 2023 dihentikan menjelang akhir 2025, dan penjualan langsung terjun. Ketua Umum AISMOLI Budi Setiyadi menyebut absennya insentif memaksa produsen lebih kreatif di sisi skema penjualan, pembiayaan, dan layanan purnajual. Untuk 2026, asosiasi itu memasang target yang realistis: 75.000 unit.

Bandingkan: target industri setahun 75.000 unit, sementara Presiden bicara dua juta. Jarak itu bukan berarti mustahil, tapi menunjukkan bahwa tanpa pengganti subsidi, dorongan produksi saja tidak otomatis menciptakan pembeli.

Motor Listrik Nasional Ambisius, Pasarnya Justru Anjlok

Tiga janji yang akan Anda rasakan di cicilan

Pembelian tanpa uang muka

Prabowo menyebut pemerintah akan "berusaha" meniadakan DP. Perlu dicatat, DP nol persen bukan hal baru di kredit motor — yang baru adalah kalau skema ini dijamin negara lewat BPI Danantara dan bank-bank Himbara yang disebut siap menyalurkan pembiayaan. Tanpa uang muka, cicilan bulanan otomatis naik, jadi bacalah tenor dan total bayar, bukan cuma angsuran per bulan.

Bunga cicilan yang ditekan

Ini bagian paling berdampak. Bunga kredit motor konvensional di multifinance kerap dua digit per tahun. Jika bunga khusus kendaraan listrik benar-benar turun signifikan, selisihnya bisa lebih besar daripada potongan harga sesaat, karena berlaku sepanjang tenor.

Tukar tambah motor bensin

Skema yang disebut Prabowo memungkinkan pemilik motor bensin menukar unit lamanya dengan motor listrik baru sambil menambah sejumlah biaya. Yang belum jelas: siapa yang menaksir harga motor lama, apakah ada batas usia kendaraan, dan apakah motor bensin yang ditarik dimusnahkan atau dijual lagi.

Berapa lama dua juta unit itu masuk akal?

Kapasitas pabrik ALVA di Cikarang disebut mencapai 100.000 unit per tahun. Dengan kapasitas itu dan tanpa penambahan lini baru, dua juta unit butuh sekitar 20 tahun. Target Presiden karena itu hanya bisa dibaca sebagai target seluruh industri — bukan satu pabrik — plus ekspansi kapasitas besar-besaran, termasuk kawasan otomotif Subang yang disiapkan untuk produksi massal mobil nasional pada 2028.

Perbandingannya berguna: program konversi motor bensin ke listrik era sebelumnya juga dipatok ratusan ribu unit per tahun dan realisasinya jauh di bawah target karena bengkel bersertifikat terbatas dan proses administrasinya lambat. Ambisi besar bukan masalah; yang menentukan adalah rantai pasok baterai, jaringan tukar baterai, dan bengkel resmi.

Yang perlu Anda cek sebelum ikut pindah

  • Harga resmi Cakra NX1 dan apakah ada potongan atau insentif baru yang menyertainya.
  • Lokasi stasiun tukar atau isi daya terdekat dari rumah dan rute harian Anda.
  • Masa garansi baterai — komponen ini bisa mencapai sepertiga sampai separuh nilai motor.
  • Total pembayaran kredit, bukan sekadar angsuran bulanan tanpa DP.
  • Nilai jual kembali, yang sampai sekarang masih jadi titik lemah motor listrik di Indonesia.

Yang layak dipantau dalam beberapa pekan ke depan adalah dua dokumen: aturan teknis pembiayaan dari Danantara dan Himbara, serta petunjuk pelaksanaan tukar tambah. Kalau keduanya terbit dengan syarat yang jelas dan harga Cakra NX1 masuk akal untuk pengemudi ojek online, target dua juta unit itu punya pijakan. Kalau tidak, program ini akan kembali bergantung pada satu hal yang sudah terbukti manjur sekaligus mahal: subsidi. Tunda pembelian sampai harga dan skema kreditnya resmi diumumkan.