Persib vs Sabah FC 3-0, Pelatih Malah Sebut Kaki Belum Segar

Persib melumat Sabah FC tiga gol tanpa balas di Gianyar, tapi Igor Tolic justru menutup malam itu dengan catatan soal kaki pemainnya yang belum segar.

Persib vs Sabah FC 3-0, Pelatih Malah Sebut Kaki Belum Segar

Laga Persib vs Sabah FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (15/8/2026) malam WIB, tutup buku dengan skor 3-0 untuk Maung Bandung. Tiga golnya lahir dari titik putih yang dieksekusi Mariano Peralta menit ke-28, sepakan Luka Menalo menit ke-76, dan penyelesaian Beckham Putra dua menit jelang bubaran. Dua nama pertama sama-sama mencatat gol perdana berseragam Persib.

Yang menarik justru muncul setelah peluit panjang. Igor Tolic tidak memakai kemenangan telak itu untuk membusungkan dada. Pelatih asal Kroasia itu malah menunjuk kondisi fisik pemainnya yang belum segar, karena porsi latihan selama pemusatan latihan di Bali dibuat sangat berat dan penuh sprint. Buat dia, skor besar semalam bukan bukti timnya sudah siap — baru bukti taktiknya jalan.

Kenapa ini penting buat suporter? Karena Dewata Challenge Series 2026 hanya turnamen pramusim berisi tiga tim dengan format satu putaran, dan setiap peserta cuma kebagian dua pertandingan. Persib memuncaki klasemen sementara dengan tiga poin, tapi masih menyisakan satu laga penentu melawan tuan rumah Bali United pada Selasa, 18 Agustus 2026. Turnamennya bisa ditonton gratis lewat Indosiar dan Vidio.

Bagaimana Skor Persib vs Sabah FC Jadi 3-0

Persib menekan sejak menit awal, tapi Sabah menutup ruang cukup rapat sampai penalti Peralta memecah kebuntuan. Setelah itu polanya berulang: tim Malaysia menumpuk pemain di area sendiri, Persib memutar bola menunggu celah. Gol Menalo datang saat kaki lawan mulai berat, dan Beckham Putra menutup pesta ketika pertandingan sudah kehilangan bentuk. Tolic memasang Teja Paku Alam di bawah mistar, dengan Gabriel Mutombo, Patricio Matricardi, Kakang Rudianto, dan Ikhwan Tanamal menjaga lini belakang.

Dua Rekrutan yang Akhirnya Pecah Telur

Persib mendatangkan tujuh pemain baru untuk musim 2026/2027, dan malam itu dua di antaranya sama-sama mencatat gol pertama. Buat tim yang skuadnya baru diaduk ulang, momen semacam ini nilainya lebih besar dari sekadar angka di papan skor: pemain baru butuh bukti kecil bahwa mereka nyambung dengan sistem sang pelatih.

Mariano Peralta dan bayang-bayang 20 gol musim lalu

Peralta bukan pemain sembarangan. Winger asal Argentina kelahiran 20 Februari 1998 itu mengemas 20 gol dan 14 assist bersama Borneo FC pada musim 2025/2026 dan pulang membawa gelar pemain terbaik Super League. Persib mengumumkan kedatangannya pada 19 Juli 2026 dengan kontrak dua tahun sampai 2028. Justru karena rekam jejak itu, gol pertamanya lewat penalti terasa seperti pemanasan, bukan puncak.

Luka Menalo dan persaingan di sisi sayap

Menalo masuk lewat pintu yang sama: rekrutan baru yang perlu segera membuktikan diri. Golnya di menit ke-76 muncul persis ketika Sabah mulai kehilangan disiplin garis pertahanan. Dengan Peralta, Menalo, dan Balsa Sekulic sama-sama tersedia, Tolic punya masalah yang menyenangkan — terlalu banyak pilihan di sepertiga akhir lapangan, dan hanya sedikit menit untuk membagi.

Persib vs Sabah FC 3-0, Pelatih Malah Sebut Kaki Belum Segar

Kenapa Tolic Belum Mau Senang Dulu

Catatan pelatih 3-0 yang tidak puas biasanya lebih berguna dibanding pujian. Tolic menyebut timnya belum punya kesegaran untuk membongkar pertahanan rendah sambil terus mendorong ke depan, dan itu sudah dia perkirakan sejak sebelum kickoff. Seperti dikutip Kompas.com, ia menjelaskan penyebabnya secara terbuka.

Latihan dalam beberapa hari terakhir sangat intens, banyak sprint, jadi terlihat kaki pemain tidak segar.

Terjemahannya sederhana: Persib menang saat kondisinya tidak prima. Untuk sebuah turnamen pramusim, itu kabar bagus. Yang jadi pertanyaan adalah apakah beban latihan ini selesai tepat waktu sebelum kompetisi resmi bergulir, atau menyisakan risiko cedera otot di bulan-bulan awal musim.

Sabah FC Bukan Lawan Kelas Bawah

Gampang meremehkan kemenangan atas klub tamu, tapi angka-angkanya menolak. Dua hari sebelum bertemu Persib, Sabah FC justru mengalahkan Bali United 2-1 di stadion yang sama. Park Jung-bin membuka skor menit ke-18, Rahmat Arjuna Reski menyamakan menit ke-22, lalu Gonzalo di Renzo mencetak gol kemenangan di menit 90+1. Artinya, hasil Persib vs Sabah FC yang berakhir 3-0 itu didapat melawan tim yang baru saja menumbangkan wakil Indonesia lain.

Yang Perlu Diperhatikan di Laga Pamungkas

Secara klasemen, Persib dan Sabah sama-sama mengoleksi tiga poin dan selisih golnya yang membedakan: Persib unggul +3, Sabah tertahan di -2, sementara Bali United belum mengoleksi angka. Persib hanya perlu tidak kalah untuk mengunci posisi puncak pada 18 Agustus.

Kalau Anda menonton laga terakhir nanti, jangan cuma menghitung gol. Perhatikan berapa lama Peralta dan Menalo dimainkan — kalau keduanya ditarik lebih awal dari biasanya, itu sinyal Tolic sedang mengerem beban fisik menjelang musim, bukan tanda performa mereka jelek. Perhatikan juga apakah Persib masih kesulitan menembus pertahanan rapat, karena Bali United hampir pasti menyimpan pelajaran dari cara Sabah bertahan. Dua hal itu bakal lebih memberi tahu kesiapan Maung Bandung ketimbang skor akhirnya.