Terlihat Kontes Duta, Ternyata Jualan Kuliner Khas Depok
Wakil Depok memakai satu piring makanan sebagai kartu utama di Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 lewat program bernama Rasakala.
Ada cara yang tidak biasa untuk menjual kuliner khas Depok ke panggung provinsi: satu piring makanan, dibawa oleh duta wisata kota. Itu yang dilakukan wakil Depok di Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 lewat program bertajuk Rasakala, seperti dilaporkan portal berita resmi Pemerintah Kota Depok. Dari luar, acaranya terlihat seperti kontes duta berbusana rapi. Isi pekerjaannya promosi daerah.
Yang maju membawa nama kota adalah Adam Heray Hutabarat dan Rizka Sakinah, perwakilan Abang Mpok Kota Depok. Kepada portal berita Pemkot Depok, Adam menyebut dukungan warga jadi penyemangat mereka untuk mengangkat nama kota sekaligus memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Depok di tingkat Jawa Barat. Makanan dipakai sebagai pintu masuk, dan itu pilihan yang masuk akal: menu lebih gampang diingat orang ketimbang tabel data kunjungan wisata.
Kenapa ini urusan pembaca, bukan cuma urusan balai kota? Karena Jawa Barat punya 27 kabupaten dan kota, dan semuanya mengantre di panggung perhatian yang sama. Buat pedagang makanan di Depok, ajang seperti ini adalah etalase yang tidak perlu dibayar — asal ada yang benar-benar membawa dagangan mereka ke sana.
Siapa yang Membawa Nama Depok ke Tingkat Provinsi
Adam dan Rizka bertugas sebagai duta wisata dan budaya kota, jabatan yang di Depok melekat pada gelar Abang Mpok. Tugas itu bukan sekadar seremonial. Media lokal Radar Depok pernah menurunkan ulasan khusus soal tanggung jawab pemegang gelar tersebut, dari mengenalkan destinasi sampai mendampingi acara resmi pemerintah kota sepanjang masa jabatan.
Regenerasinya juga berjalan. Menurut media lokal Depokita, grand final Abang Mpok Depok 2026 dijadwalkan pada 8 Agustus 2026 di Gedung Dibaleka II. Artinya, saat wakil lama masih berjuang di level provinsi, kota sudah menyiapkan barisan berikutnya. Pola ini yang membuat program semacam Rasakala punya peluang hidup lebih lama dari satu periode kepengurusan.
Kenapa Depok Punya Abang Mpok, Bukan Mojang Jajaka
Ini detail yang sering bikin orang luar bingung. Hampir semua daerah di Jawa Barat menamai duta wisatanya Mojang Jajaka — istilah Sunda untuk gadis dan pemuda. Depok memilih Abang Mpok, sebutan yang akrab di telinga warga Jakarta. Kota ini duduk persis di batas ibu kota, dan warisan budaya Betawinya kuat.
Akibatnya terasa sampai ke meja makan. Depok bukan kota dengan satu identitas rasa yang tunggal, melainkan simpang antara dapur Betawi dan dapur Sunda. Saat wakilnya naik ke panggung Jawa Barat, ia membawa campuran itu, bukan versi murni salah satunya. Bagi juri, ini bisa jadi nilai lebih; bisa juga jadi pekerjaan rumah menjelaskan.
Kuliner Khas Depok yang Layak Naik Panggung
Kalau warga luar kota ditanya apa makanan Depok, jawabannya sering menggantung. Bukan karena tidak ada, tapi karena yang ada jarang dikemas jadi cerita. Dua kelompok berikut paling sering muncul saat kota ini bicara soal rasa.
Belimbing dewa, ikon yang jarang diolah serius
Belimbing dewa sudah lama dipakai sebagai ikon Depok dan biasanya muncul dalam bentuk buah segar, jus, sirup, atau dodol di gerai oleh-oleh. Masalahnya klasik: ikon buah gampang dipajang, susah dijadikan menu utama yang orang rela datang jauh untuk mencobanya. Di sinilah pekerjaan seorang duta sebenarnya dimulai — mengubah maskot jadi alasan untuk mampir.
Jajanan pasar yang hidup lewat bazar UMKM
Jalur kedua lebih menjanjikan karena sudah punya panggung rutin. Portal Pemkot Depok, misalnya, memberitakan komunitas Kul-Ind Depok menggelar bazar masakan berkuah Nusantara di halaman Dekranasda. Acara semacam ini yang biasanya jadi tempat pedagang kecil bertemu pembeli baru, dan tempat duta wisata memungut bahan cerita untuk dibawa keluar kota.
Daerah Lain Juga Sedang Bertaruh
Depok tidak sendirian memasang target tinggi. Di Kabupaten Bogor, Bupati Rudy Susmanto meminta pemenang Mojang Jajaka 2026 bekerja sebagai duta wisata dan budaya sampai kancah internasional. Di grand final Mojang Jajaka Pangandaran 2026, bupati setempat menyampaikan dorongan serupa kepada para finalis, menurut pemberitaan media lokal MyPangandaran.
Nada yang seragam itu memberi konteks penting: ajang duta wisata kini diperlakukan sebagai alat pemasaran daerah, bukan hiburan tahunan. Konsekuensinya, wakil yang datang hanya dengan busana bagus akan kalah dari wakil yang datang membawa produk, angka, dan program yang bisa dilanjutkan setelah acara selesai.
Apa Untungnya buat Warung dan Pembeli di Depok
Untuk pelaku usaha makanan, ini bukan berita seremonial. Program promosi yang dijalankan duta kota hampir selalu butuh contoh nyata: warung yang bisa difoto, resep yang bisa diceritakan, produk yang bisa dikirim ke luar kota. Yang siap lebih dulu biasanya yang terpilih, bukan yang paling enak.
- Rapikan kemasan dan izin dasar usaha sebelum musim bazar berikutnya.
- Pantau pengumuman bazar Dekranasda dan komunitas kuliner kota.
- Siapkan satu menu andalan yang mudah dijelaskan dalam satu kalimat.
- Simpan foto dan video menu dengan resolusi layak pakai media.
Yang perlu ditunggu sekarang ada dua. Pertama, hasil Depok di Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2026. Kedua, dan ini lebih menentukan, apakah Rasakala masih jalan enam bulan setelah selempang berpindah tangan. Banyak kampanye kuliner daerah berhenti begitu kontesnya usai. Kalau Rasakala bertahan lewat pergantian pemegang gelar, barulah kuliner khas Depok punya kanal promosi yang benar-benar berumur panjang.
Comments 0