Kenapa Liverpool vs Como Digelar Dua Kali dalam Sehari?
Liverpool ditahan Como 0-0 di laga tertutup 70 menit, tapi cerita sebenarnya ada pada format ganda yang disiapkan Andoni Iraola jelang laga pembuka Premier League.
Liverpool vs Como berakhir tanpa gol pada Minggu (16/8/2026), dan angka 0-0 itu sebenarnya bukan bagian paling menarik dari hari tersebut. Pertandingan digelar tertutup di markas latihan Liverpool, AXA Training Centre, hanya berdurasi sekitar 70 menit, bukan 90 menit penuh. Dan itu pun baru separuh dari agenda kedua klub hari itu.
Sebab pada hari yang sama, Liverpool dan Como dijadwalkan bertemu lagi — kali ini di Anfield, di depan tribun penuh, dengan jarak sekitar enam jam dari laga pertama. Dua pertandingan, dua tim yang sama, satu hari. Bagi penggemar di Indonesia, laga kedua jatuh tepat tengah malam WIB, alias dini hari 17 Agustus.
Yang membuat semua ini penting: inilah persiapan terakhir Andoni Iraola sebelum musim Premier League pertamanya sebagai pelatih Liverpool. Akhir pekan depan timnya langsung bertandang ke Newcastle. Jadi apa yang terlihat di lapangan latihan hari itu — dan siapa yang tidak terlihat — punya bobot lebih besar daripada uji coba pramusim biasa.
Kenapa Liverpool dan Como main dua kali sehari
Logikanya sederhana: dua laga pendek lebih berguna daripada satu laga panjang. Dengan format ini, kedua pelatih bisa memberi menit bermain kepada nyaris seluruh skuad tanpa memaksa siapa pun bermain 90 menit penuh hanya sepekan sebelum kompetisi resmi bergulir. Laga pertama tertutup dan diisi banyak pemain lapis kedua; laga kedua di Anfield disiapkan untuk susunan yang jauh lebih kuat.
Ada sisi lain juga. Laga penutup pramusim di kandang sendiri sudah lama jadi ajang perkenalan skuad ke suporter, lengkap dengan sambutan dan seremoni. Jadi yang tertutup dipakai untuk bekerja, yang terbuka dipakai untuk merayakan. Como, yang juga baru memulai musim Serie A, mendapat manfaat persis sama dari pembagian menit itu.
Jalannya laga Liverpool vs Como di AXA
Iraola memasang Giorgi Mamardashvili di bawah mistar, dengan Calvin Ramsay, Luke Chambers, Wataru Endo, dan Kostas Tsimikas di barisan pertahanan. Alexis Mac Allister menjalani menit pramusim pertamanya di lini tengah bersama dua pemain muda, Trey Nyoni dan James McConnell. Di depan ada Harvey Elliott, Federico Chiesa, dan Victor Munoz. Susunan itu jelas bukan tim terbaik.
Peluang paling bersih lahir dari kombinasi Mac Allister dan Munoz. Umpan panjang Mac Allister ke sisi kiri dijemput Munoz, yang memutar badan melewati penjaganya sebelum melepas umpan silang. Sundulan Nyoni melayang tipis di atas mistar. Setelah itu, ruang makin rapat. Chiesa termasuk yang belum benar-benar memaksimalkan kesempatannya di depan pelatih baru.
Tiga hal yang bisa dibaca dari laga tertutup ini
Mac Allister baru kembali dari jeda pasca-Piala Dunia
Gelandang Argentina itu termasuk pemain yang liburnya paling panjang karena agenda internasional. Menempatkannya di laga tertutup, bukan di Anfield, adalah cara aman menambah beban tanpa risiko. Satu umpan panjangnya yang berbuah peluang sudah cukup jadi pengingat bahwa kualitasnya tidak hilang, meski ritmenya jelas belum penuh.
Victor Munoz jadi nama yang paling mencuri perhatian
Dari semua pemain di lapangan, Munoz yang paling sering membuat penonton tanpa suporter itu bereaksi. Aksi individunya di sisi kiri menciptakan satu-satunya peluang bagus. Untuk pemain muda yang butuh menit, penampilan seperti ini di depan pelatih yang baru menyusun hierarki skuad nilainya besar.
Chiesa masih harus meyakinkan pelatih baru
Chiesa sudah dua musim di Liverpool tanpa pernah benar-benar jadi pilihan utama. Diberi posisi sentral di laga seperti ini, ia butuh momen yang menonjol — dan momen itu tidak datang. Menariknya, dua penyerang lain yang jadi rebutan pasar justru berseragam lawan.
Como bukan lawan uji coba sembarangan
Tim asal Danau Como itu ditangani Cesc Fabregas dan sudah beberapa musim membangun skuad dengan uang serius. Di laga ini mereka menurunkan Alvaro Morata di ujung serangan, dengan Maxence Caqueret dan Maximo Perrone mengatur tempo, plus Assane Diao dan Nico Kuhn di sisi sayap. Musim panas sebelumnya, Como juga jadi lawan Barcelona di Trofeo Joan Gamper.
Artinya, hasil imbang Liverpool vs Como ini bukan tanda bahaya. Fabregas melatih tim yang nyaman menguasai bola dan berani menekan tinggi — persis jenis lawan yang berguna untuk menguji pressing khas Iraola, yang sepanjang tiga musimnya di Bournemouth jadi ciri paling dikenal. Ia membawa klub kecil itu finis peringkat enam dan lolos ke Eropa untuk pertama kalinya.
Apa artinya jelang laga pembuka lawan Newcastle
Iraola menggantikan Arne Slot yang meninggalkan Anfield pada Juni 2026, dan ia mewarisi skuad yang di beberapa posisi terasa tipis. Nol gol dalam 70 menit melawan tim Serie A memang tidak ideal, tapi pramusim jarang bisa dibaca lurus-lurus: pemain masih menumpuk beban latihan, dan kombinasi yang dicoba biasanya belum akan dipakai di laga resmi.
Yang lebih layak diperhatikan justru bursa transfer. Jendela masih terbuka beberapa hari lagi setelah kompetisi dimulai, dan komposisi lini depan Liverpool masih bisa berubah. Laga tandang ke Newcastle akhir pekan depan akan jauh lebih memberi gambaran daripada dua uji coba di hari yang sama.
Untuk sekarang, yang perlu Anda pantau ada dua: hasil Liverpool vs Como jilid dua di Anfield yang dimulai tengah malam WIB, dan susunan pemain yang diturunkan Iraola di sana. Sebelas nama yang ia pilih untuk laga terbuka itu adalah petunjuk paling jujur soal siapa yang akan start di Newcastle — jauh lebih jujur daripada skor 0-0 di lapangan latihan tanpa penonton.
Comments 0